Hati yang merasa

Tags

, , , , ,

Hidup kian menekanku…

Banyak tanda-tanda dan rambu-rambu terkadang semua terlihat salah atau kadang semua terlihat benar

Begitu pula nilai-nilai dan aturan-aturan yang begitu terasa begitu menekan, membatasi, bahkan kadang saling bertentangan

Hitam dan putih sebenarnya begitu mudah dibedakan begitu juga benar dan salah sangat mudah dirasakan

Namun terkadang apa yang tepat dan tdk tepatlah yang sulit dipahami mungkin ini yang disebut kebijaksanaan moral

Kedamaian dan keharmonisan hidup adalah tujuan mulia

Kita bisa saja menghakimi sesuatu berdasarkan prinsip hitam dan putih

Kita bisa saja merasa benar ketika melihat sesuatu yang salah

Namun jangan sampai merasa “menang” ketika melihat orang lain terlihat salah

Selidiki hati, apakah tepat dalam merasa… hati kita dalam merasa menentukan siapa kita.

Lihat segala sesuatu lebih jernih, pandang dari semua sisi, timbang dengan segala nilai kemudian… diam…diam…diam… lalu rasakan…. apa yang ada di hati.

Tidak semua yang terlihat seperti yang terlihat dan apa yang terlihat dipengaruhi oleh apa yang ada didalam diri kita…

Jangan pikir aku tidak tahu….AKU TAHU….

 

Indah rasaku

Tags

, , , , ,

Tidak dapat didefinisikan…

perasaan yang meluap-luap

merasa penuh dan utuh sementara

merasa “hidup”

 

Apakah karena kehadiran?

Atau karena athmosfer?

Atau karena hormon?

Atau ada hal lain?

 

Hemm… kita semua sekarang sudah dewasa

Waktu mengubah kita

Perasaan aneh muncul tak disengaja

Semoga suatu hari nanti semua menjadi jelas

 

Aku akan menahan hati

Jangan sampai perasaan aneh ini terlihat jelas

Karena aku sudah pernah terluka

Dan hingga saat ini semua hanya praduga

 

Aku hanya akan menikmati kebesamaan ini

Menghargai semua perhatian dan kebaikan

Merasakan moment saat itu dan memutuskan akan selalu mengingatnya

Saat matahari kembali hilang seiring hilangnya kebahagiaan

 

Karena entah kenapa

Aku begitu yakin

Setelah ini

Badai kehidupanku akan datang lagi….

 

 

 

 

Aku benci kamu

Tags

,

Tadinya kupikir aku hanya berprasangka buruk

Aku mesti lebih berpikiran positif

Kamu hanya memililiki hambatan dalam beremosi

Tapi aku salah

 

Kamu setan berkedok manusia

Kamu adalah alasan kenapa ada yang disebut “manusia jahat”

Kamu adalah sesuatu yang rendah tak bermoral

Kejahatan mu melebihi 2000 jiwa yg terbakar di neraka

 

Aku akan ke neraka hanya untuk menyeretmu kesana

Aku harap melihatmu mati menderita

Kejahatanmu begitu keji hingga maut pun terdengar biasa saja

Aku tidak melihat kelayakanmu untuk menyebut dirimu seorang manusia

 

Sampai sesak nafasku mengingat kejahatanmu

Seluruh tubuhku terbakar mengingat penderitaanku olehmu

Usiaku habis olehmu

Harapanku sirna karenamu

Jiwaku  hilang

Kewarasanku  lenyap

 

Andaikan kamu  merasakan betapa besar kebencianku….

Kamu akan tercengang dan mati

Panas kebencianku  melebihi seluruh matahari di jagat raya

 

Pertama kali aku membenci dalam hidupku

AKU BENCI KAMU

Kesadaranku

Sudah tiga malam berlalu

Hati ini menjerit dan berteriak

“tenanglah wahai hati”… pintaku

Namun hati semakin berontak

 

Pikiran mulai berdialog dgn hati

“kita buat kesepakatan”… dia mencoba

Tapi hati menutup semua pintu

Dengan bantingan menghujam

 

Aku tau kenapa kau gundah

Aku tau kenapa kau merintih

Aku tau kenapa kau mengerang

 

Aku sadar…. Aku bersalah… dan aku tersiksa

 

Jangan cepat berucap… sayang!!

Tags

, , , , ,

Ucapan…

sebagian orang menganggapnya sesuatu yang easy come dan easy go…

sebagian orang dengan serius menganggapnya sebagai pernyataan sikap dan merepresentasikan proses di dalam diri.

sebagian lagi menggunakannya sebagai media untuk melukai dan cukup baik menggunakannya

dan sebagian lagi menggunakannya untuk memanipulasi…

Ucapan di jaman dahulu merupakan suatu yang sangat berarti… oleh sebab itu ada istilah “gentle man agreement”, Namun saat ini…

UCAPANMU….

Kamu.. seperti misteri yang tak terpecahkan..

lorong gelap, dalam, dan tak beujung

diam dan rapat … seolah-olah apabila ada cahaya, maka kebesaran misteri itu lenyap.

berucap…dan berucap…. bahwa dalam gelap akan ada kebaikan bagiku

Taukah kamu bahwa aku layaknya tunas, dan cahaya adalah faktor pendukung kehidupanku.

Ironisnya aku berevolusi menjadi ikan yang hidup di laut dalam. Aku terbiasa dengan misteri gelapmu.

Aku berevolusi untuk kamu… agar misteri yang menjadi baju kebesaranmu tetap berjaya.

Dan aku… tidak melihat sedikitpun kebaikan dalam kegelapan seperti ucapanmu….

Hingga akhirnya alam menyikap misteri nya sendiri… seperti gempa terhebat sejagat raya… sinar menembus kegelapanmu…dan

Kau… terlihat jelas dengan keberadaanmu… Namun aku…

Aku tidak terperanjat…karena kamu seperti dugaanku…

Wanita Berkerudung

“Calon istriku adalah wanita soleha” adalah salah satu pikiran yang muncul, ketika seorang pria berniat menikahi seorang wanita berkerudung.
Berkerudung bagi seorang muslimah adalah sesuatu yang sangat dianjurkan oleh agama. Seorang wanita yang memutuskan menggunakan kerudung diharapkan memahami arti dan tujuan yang mendasarinya. Berkerudung memiliki maksud menutupi aurat yang diharapkan menjaga umat yang berada disekitarnya tetap dalam keadaan hati dan pikiran yang bersih. Namun yang lebih penting lagi adalah proses berfikir yang terjadi didalam diri wanita yang memutuskan untuk berkerudung.

Sesuatu yang bersih didalam seharusnyalah terpancar sampai keluar. Apabila yang sesuatu yang kotor didalam tetapi ditutupi agar terlihat bersih dari luar, ini yang sering kita sebut kemunafikan. Sikap, tingkah laku dan segala hal yang kita lakukan memiliki motivasi dan tujuan akhir. Oleh karena itu kita harus lebih tanggap dan cepat awas terhadap segala perubahan sikap maupun tingkah laku.
Bisa saja dirumuskan hipotesa bahwa ada 2 kemungkinan seorang wanita berkerudung:

1. Karena sudah matang pengetahuan keagamaan dan memiliki kedewasaan iman
2. Karena kemunafikan atau memiliki motivasi lain.
Semua yang berasal dari hati dan pikiran dan akan dimanifestasikan dalam sikap dan tingkah laku. Seorang wanita yang memutuskan menggunakan kerudung mesti memiliki hati dan pikiran yang sudah seharusnyalah lebih unggul dibandingkan wanita yang memilih untuk tidak. Keadaan ini semakin nyata di mana sebuah negara multi agama. Terdapat pilihan yang sifatnya lebih liberal dan kurangnya anjuran karena sudah ditinggalkannya nilai-nilai konvensional.

Wanita muslimah akan berbicara dalam hatinya, “untuk apa saya menggunakan kerudung toh diluar sana perempuan-perempuan menggunakan tank top dan hot pants bersliweran, yang ada nanti suami saya matanya lari ke mereka.” Pemikiran ini sangat wajar muncul. Namun seorang Muslimah yang matang pengetahuan dan dewasa iman akan menggunakan kerudung dengan keiklasan dan keyakinan bahwa Tuhan akan menjaga hati dan pikiran suaminya. Seorang wanita berkerudung harus memiliki suatu ketetapan hati bahwa suaminya lah satu-satunya lawan jenis selain keluarga sedarah yang menjadi sumber segala rasa penghargaan. Penghargaan atau pujian dari lawan jenis selain keluarga sedarah dan suaminya harusnya tidak memberikan perasaan menyenangkan jenis apapun. Suaminya seharusnya menjadi segala-galanya baginya, dunia dan akhiratnya. Pujian dari laki-laki lain seharusnya malah memberikan rasa risih seolah-olah melanggar aturan kesopanan. Sedangkan bagi perempuan berkerudung yang belum menikah hal ini dikarenakan keiklasan dan keyakinan bahwa Tuhan akan memberikan pasangan yang terbaik baginya selama dia manjadi hamba Tuhan yang baik.

Di Indonesia, bukan sebuah fenomena yang baru ketia kita melihat wanita berkerudung memakai baju dan celana yang ketat bahkan masih memperlihatkan sebagian lengan dan kakinya dan berteman akrab dengan pria yang bukan kelurga sedarah atau suaminya. Hal ini tentu saja bertentangan dengan sebab pertama dalam hipotesa dan mendekati sebab kedua dalam hipotesa.

Bagi orang tua-orang tua yang memiliki anak gadis yang berkerudung, sebaiknya melakukan interview mendalam dengan anak gadisnya yang tiba-tiba memutuskan menggunakan kerudung dan selalu mengawasi dan memperhatikan sikap dan tingkah laku sehari-harinya serta menggali pengetahuan dan kedalaman keimanan anak gadisnya. Apabila ada ketidak sempurnaan pengetahuan keagamaan, orang tua wajib membimbing dan memupuk keimanan sehingga tumbuh dewasa. Ini dikarenakan pergaulan di Indonesia saat ini sangat mencemaskan dimana system informasi sudah tanpa batas. Anak gadis bias saja menggunakan kerudung agar orang tua tidak mencurigai pergaulannya yang tidak baik diluar.

Bagi suami yang istrinya tiba-tiba memutuskan berkerudung juga perlu melakukan hal yang serupa. Karena perubahan yang radikal memiliki sebab yang seharusnya lebih dikaji. Hampir semua masyarakat mengetahui fenomena perselingkuhan. Memberikan image atau kesan baik untuk menutupi sebuah motivasi yang tidak baik sudah menjadi strategi yang banyak digunakan di dunia saat ini.

Pengetahuan yang benar dan keimanan yang dewasa dengan sangat mudah terpancar dari sikap dan tingkah laku sehari-hari. Semua agama Semit memiliki pemahaman yang sama mengenai kersihan hati dan pikiran juga niat. Penggunaan kerudung berlaku dalam agama-agama semit ini. Namun karena proses modernisasi semakin banyak umat yang meninggalkannya karena dianggap tidak penting.

Namun apapun yang baik dengan niat baik dan pemahaman yang benar sebaiknya tetap dilaksanakan demi menuju kesempurnaan seperti yang Tuhan mau. Demi kebaikan dunia ini.

I called it… “CRUEL IRONIC”

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.